Oleh: Ni Luh Riska Sri Devi

 

Desa Munduk adalah sebuah desa yang terletak di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, tepatnya di Provinsi Bali. Munduk Berbatasan dengan desa Gobleg, desa Umajero, dan desa Gesing, yang letaknya saling berdekatan.

Nama “Munduk” adalah julukan yang diberikan masyarakat dikarenakan daerahnya terletak tepat di atas gundukan tanah atau bukit, tingginya sekitar 900 MDPL menyebabkan desa Munduk memiliki suhu yang rendah di antara 22,6°C sampai 23,3°C, dan merupakan tempat yang tepat untuk tanaman seperti tanaman Cengkih, tanaman Kopi, dan tanaman Pala.

Dahulunya Desa Munduk merupakan kawasan perkebunan kopi Arabika dan Robusta pada masa penjajahan Belanda. Hanya saja, kondisi itu berganti saat kopi tak lagi bisa diandalkan. Masyarakat membabat kopi dan menggantinya dengan cengkeh. Masa-masa kejayaan kopi di Desa Munduk adalah era tahun 1920-an hingga sebelum tahun 1970. Sebab, pada tahun 1970, banyak tanaman kopi yang dibabat kemudian digantikan cengkeh. Kondisi itu terjadi karena harga kopi jatuh hingga sangat rendah.

Desa Munduk dahulunya juga merupakan kawasan Sawah yang luas, dan hampir seluruh lapisan masyarakatnya merupakan seorang petani. Dikarenakan tanaman cengkih ramai digemari petani, maka beberapa generasi beralih dari petani padi menjadi petani cengkih akhirnya lahan di alih fungsikan.Tetapi masih ada beberapa kawasan sawah di desa ini dengan jumlah yang tidak begitu banyak. Bekas lahan sawah memiliki tanah yang cocok untuk ditanami tanaman cengkih, akhirnya lahan-lahan tersebut menjadi kebun pohon cengkeh. Bekas lahan sawah ini akhirnya membentuk sebuah  terasering dengan pohon-pohon cengkih yang berjejer secara teratur.

Desa Munduk juga memiliki perkembangan wisata yang sangat cepat menyebar ke berbagai wilayahnya,hal ini menyebabkan perubahan Profesi masyarakat secara menyeluruh.Awal tahun 1990-an, di desa Munduk mulai berdiri penginapan Puri Lumbung. Berikutnya, tahun 2007, mulai banyak penginapan dan restoran. Saat ini ada sekitar 300 kamar di desa Munduk yang bisa diakses wisatawan. Dahulu Munduk adalah desa wisata berbasis pertanian, salah satunya kopi. Dahulunya wisata bukanlah tujuan, melainkan hanya dampak dari banyaknya wilayah pertanian yang saat itu di gemari Turis-turis asing.

Dahulu desa Munduk merupakan kawasan desa  biasa yang kebanyakan masyarakatnya berprofesi sebagai seorang Petani.Dulu Desa ini juga adalah sebuah Lahan Sawah yang sangat luas. Tetapi sekarang, desa Munduk menjadi salah satu desa pariwisata yang sudah diakui keberadaannya. Hanya ada satu penginapan di desa Munduk yang dulunya dikenal sebagai pelopor berdirinya sebuah kepariwisataan di Munduk.

Sekarang desa Munduk menjadi salah satu desa pariwisata dan pusat kepariwisataan di daerah Buleleng. Salah satu Desa wisata yang paling terkenal di Bali yakni desa Ubud. Desa Ubud merupakan daerah wisata yang terletak di bagian tengah pulau Bali. Desa Ubud dikenal sebagai pusat seni  tari dan kerajinan tradisionalnya,yang terus dilestarikan, hampir semua jenis kesenian daerah bali ada di desa ini, hal ini semakin meningkatkan minat turis asing untuk berkunjung ke desa Ubud.

Sama seperti desa Munduk, Ubud memiliki Hutan hujan dan terasering padi yang mengelilingi kawasan Ubud juga sangat terkenal dan sudah menjadi ciri khas desa Ubud, ditambah lagi dengan adanya pura dan tempat pemujaan yang menjadi salah satu landskap Bali yang paling terkenal. Desa Ubud terdapat salah satu situs suci kuno, yaitu Goa Gajah yang memiliki ukiran yang mendetail. Pura Gunung Kawi juga merupakan tempat pemujaan yang diukir dari batu yang mampu menarik minat wisatawan untuk datang berkunjung ke desa ini.

Ubud memiliki daya tarik tersendiri dan bahkan tidak ada di Desa-desa lainya,seperti pasar seni Sukawati merupakan tempat dijualnya barang-barang seni khas Bali sehingga cocok dijadikan oleh-oleh Bali untuk kenang-kenangan. Letaknya sekitar 20 km dari jantung kota Denpasar. Di pasar seni ini ada ratusan pedagang seni berkumpul menjajakan barang kerajinan, mulai dari patung kayu, lukisan, kaos, celana pendek, tas, sandal, dan banyak lagi. Motifnya unik dan khas Bali.Karena pasar ini Ubud memiliki karakteristik tersendiri yang tidak ada di daerah lain.

Suasana desa Ubud hampir sama dengan desa Munduk yang memiliki tempat Wisata andalan salah satunya Air terjun Melanting yang memiliki  pesona yang mampu memanjakan mata para penikmatnya. Selain Air terjun, desa ini juga terdapat sebuah danau yang luas bernama danau Tamblingan dikarenakan berada tepat di dusun Tamblingan desa Munduk. Danau ini terkenal dengan Pura yang berada di dekat danau bernama pura Gubug, Pura ini merupakan ciri khas dari Danau Tamblingan. Letak Pura ini sangat strategis, ketika air danau pasang pura Gubug akan nampak seperti berada tepat di atas Danau. Desa Ubud juga memiliki tempat wisata andalan yang memiliki karakteristik tersendiri,seperti Sawah dengan terasering rapi,yang mampu menggambarkan suasana desa Ubud.

Sekarang desa Ubud memiliki tempat wisata yang semakin berkembang sama seperti Ubud. Desa Munduk juga mengalami perkembangan pariwisata yang sangat cepat. Kondisi ini menyebabkan banyaknya jumlah penginapan, resort dan hotel di desa Munduk. Kini, desa ini telah berkembang menjadi pusat pariwisata. Harapannya adalah masyarakat desa Munduk mampu mengembangkan sistem kepariwisataanya dengan membangun upaya pelestarian di bidang Seni, dengan mengumpulkan masyarakat yang memiliki keahlian di bidang seni dan mampu mengkolaborasikan keahlian masyarakat dengan membangun Museum-museum lokal dengan memamerkan hasil karya  masyarakat-masyarakatnya. Selain itu, masyarakat dan pemerintah desa Munduk mampu berkerjasama untuk membangun dang mengembangkan tempat wisata supaya memiliki karakteristik tersendiri,dan mampu menggambarkan desa Munduk dari segi kepariwisataanya. Sehingga nantinya desa Munduk berkembang menjadi desa pariwisata yang mampu bersaing dengan desa-desa lainya.