Oleh: Kadek Widia Kusuma Sari

 

Bukan sekedar berucap kata

Gaung menggema sumpah putra bangsa

Mengalir dalam darah tekad merdeka

Satukan bumi nusantara

 

Hantaman zaman memikul jamak perubahan

Kau jadikan keragaman perbedaan

Kau jadikan persatuan perpecahan

Sungguh kejam dan keji dirimu tuan

 

Dibutakan persaingan, saling hantam, saling nista, saling menjatuhkan

Tidak memandang ikatan persaudaraan, mementingkan diri seorang

demi sebuah ketenaran

 

Intoleransi tersebar merata

Agama, ras, etnis, masih menjadi problematika utama

Keegoisan buat buta

Merasa paling benar saja

Hanya karna beda semata

 

Aku menangis menatap negriku

Luka pilu di dadaku

Perih tak berdarah dirasa olehku

Menusuk membelah jiwaku

 

Hai, mana toleransimu?

Konflik sara trus berlalu

Mematahkan semangatku

Inikah Indonesia?

 

Jiwa raga yang dulu

Rela mati demi pertiwi

Tumpah darah mengalir ke sgala arah

Sakit perih dirasa oleh pahlawanku

Jangan hancurkan pengorbanan itu!

 

Hai pemuda bangsa

Pemuda darah Indonesia

Kita ini Indonesia, bukan hanya kamu, bukan aku, tapi kita

Merah putih bendera kita, Garuda lambang negara, dasarnya Pancasila

 

Hai anak bangsa

Perbedaan bukan perpecahan

Keragaman ada dalam satu ikatan

 

Tekad itu terjaga sepanjang masa

Terpatri dalam jiwa dan raga

Menjaga sumpah putra bangsa

Satu nusa, satu bangsa, satu bahasa

Menjaga jaya negriku Indonesia

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *